Usiaku telah berlalu dalam kegiatan sia-sia tiada arti.
Dan seluruh fikiranku berakhir pada suatu tingkat stagnan yang memuncak, mengambil suatu kesimpulan bahwa. Orang-orang cerdik cendikia telah bergegas untuk beramal, sedangkan aku cuma bertopang dagu melihat semua orang bergegas untuk beramal.
Segala urusanku menjadi semu,tidak jelas dan tidak menentu.
Telah nyata keuntungan orang-orang selain aku, dan telah nyata pula kerugianku.
Wahai,alangkah baiknya jika dahulu aku mendengar nasihat, petutur, peringatan.!
Setiap hari aku tergadai diantara setumpuk dosa dan kesalahanku.
Aku berharap, kiranya aku dapati semangat dari cita-cita pada diriku, maka aku akan berusaha menanam amal kebaikan.
atau aku melihat diriku berbungkus kain kejujuran, sebelum aku dibaringkan di liang kubur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar